Friday, 15 Oct 2021
  • Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 5M

SEJARAH

Pondok pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra terletak di kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Pondok pesantren ini sebelum berstatus sekolah (Pendidikan Formal), kegiatan pengajarannya dilaksanakan secara pengajian halaqah (Pendidikan Non Formal) di masjid. Pengajian ini dibina oleh ulama yang bernama Ustadz Muh. Yusuf Usman.

Melihat animo masyarakat terhadap pengajian ini sangat tinggi dan kebutuhan akan pendidikan, maka timbul inisiatif dari tokoh-tokoh masyarakat Ganra untuk mendirikan sekolah (pendidikan formal). Tokoh-tokoh masyarakat Ganra yang sangat berperan adalah:

  1. Andi Hasan (Kepala Order Dinestik Ganra / Sulewatang Ganra)
  2. Ahmad Adam (Imam Ganra)
  3. Aras (Tokoh Masyarakat Ganra)

Atas inisiatif ketiga tokoh tersebut di atas, maka pada tanggal 1 Agustus 1940

terbentuklah menjadi sekolah (Pendidikan Formal) dengan nama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) dan tetap bertempat di masjid Ganra.

Setelah berstatus sekolah, kegiatan pendidikan dan pengajaran berjalan dengan baik dan lancar sehingga kemudian mendapat rintangan dan penderitaan, antara lain:

  1. Tekanan Kolonial Belanda tentang pelanggaran mendirikan sekolah.
  2. Sekolah diperbolehkan, akan tetapi tidak diperbolehkan menggunakan bangku dan bertempat di bawah kolom rumah.

Rintangan ini pada awalnya dapat diatasi pengurus dan Pembina, akan tetapi pada puncak penderitaan secara terpaksa pendidikan dan pengajaran dihentikan pada tahun 1943.

Setelah beberapa tahun sekolah ditutup, maka pada tanggal 1 Agustus 1946 kegiatan pendidikan kembali dilaksanakan dan menumpang di SR Paomalimpoe ( 1 Km dari Ganra ) dengan jalan masuk sore. Setelah selesai dibangun 2 (dua) local ruangan di Ganra pada tahun 1948, maka pendidikan dan pengajaran kembali dilaksanakan di Ganra dan tidak pernah lagi mengalami kemunduran sampai sekarang. Pada tanggal 1 Agustus 1957 dibuka lanjutan menengah pertama yang di beri nama Madrasah Menengah pertama (MMP).

Pada tanggal 7 Juni 1959 diadakan rapat pengurus untuk membentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, maka setelah 19 tahun bernamaMAI berubah menjadi Yayasan Perguruan Islam Ganra dan telah mendapat Akte Notaris Opie Damus Pietersz di Makassar pada tanggal 10 Juli 1959 no. 21 perubahan-perubahan juga terjadi pada:

  1. Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) menjadi Ibtidaiyah/SR Perguruan Islam Ganra
  2. Madrasah Menengah Pertama (MMP) menjadi Tsanawiyah/SMP Perguruan Islam Ganra
  3. Pada tanggal 1 Januari 1971 dibuka Madrasah Aliyah Perguruan Islam Ganra
  4. Pada tanggal 7 Januari 1974 dibuka Raodhatul Atfhal/TK Perguruan Islam Ganra
  5. pada tahun ajaran 2003/2004 dibentuklah menjadi Pondok Pesantren dimana santri-santriwatinya:
    1. sebahagian memilih memondok di rumah masing-masing
    2. yang lainnya memilih memondok di Pesantren.

Yang pernah memimpin Perguruan Islam Ganra

  1. H. Ahmad Adam (1940 – 1956)
  2. K. H. Abd. Rahman Pakkanna (1956 – 1998)
  3. H. Muhammad Ahmad BA. (1998 – 2002)
  4. Prof. DR. H. Abd. Rahim Yunus, MA. (2002 – 2016)
  5. Kiyai Sulaeman Usman, S.Pd.I. (Oktober 2016- Maret 2017)
  6. Drs. KH. Abd. Rahman K (2017 – Sekarang)
KELUAR